Seminar Kajian Bahasa dan Sastra serta Pengajarannya dilaksanakan atas kerja Program Studi Magister Pengkajian Bahasa (MPB), sekolah Pascasaraja UMS dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (S1), FKIP-UMS. Seminar yang dilaksanakan tanggal 25 April 2018 menghadirkan Prof. Dr. Nurhayati, M.Pd. dan Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si. untuk menjadi keynote speaker pada kegiatan tersebut. Prof. Nur mengangkat “Pengaruh Online Peer Editing Berbasis E-Learning terhadap Kemampuan Menulis naskah Drama Dulmuluk”, sedang Dr. Arif menyajikan “Peran dan Pembelajaran BIPA untuk Generasi Milenial”. Keynote speaker dari UMS adalah Prof. Mar mengetengahkan “Pengembangan Bahan Ajar untuk Generasi Milenial Bersumber dari Teks Terjemahan Al-Quran”.

Topik yang dipilih dalam seminar itu berupa ”Pembelajaran Bahasa, sastra, dan Pengajarannya untuk Generasi Milenial.” Seminar berlangsung sangat meriah yang ditandai tidak beranjaknya para peserta dari gedung Auditorium Muhamad Djasman, kampus 1 UMS. Mereka aktif berdiskusi, baik dalam sesi pleno maupun sesi paralel. Dalam kegiatan yang berakhir pukul 16.00 WIB ini telah disajikan 78 makalah dari berbagai PT. Berbagai lembaga ikut menyemarakkan kegiatan akademik ini, seperti UNY, Balai Bahasa Jawa Timur, UAD, UNM, dll. Dari paparan topik, persoalan kebahasaan, kesasteraan, dan pengajarannya dikaji secara multidisipliner. Para guru dan beberapa alumni dari Magister Pengkajian Bahasa (MPB) mengakui mendapatkan wawasan baru yang dapat menambah bekal mereka ketika harus mengajarkan bahasa dan sastra di era milenial.

Ada 2 sidang dalam pelaksanaan seminar, yakni sidang pleno dengan 3 penyaji dan sidang paralel dengan 78 pemakalah. Peserta mendapat keleluasaan memilih ruang yang menyajikan topik-topik yang mereka minat. Per sidang paralel digelar 13 makalah yang siap menambah wawasan baru peserta. Dalam kegiatan ilmiah itu Solopos, koran lokal Surakarta, meliput kegiatan yang mempresentasikan 89 makalah itu. Peliputan ini sekaligus sebagai ajang promosi untuk kedua prodi, yakni Magister Pendidikan Bahasa Indonesia dan Pendidikan Bahasa Indonesia. Solopos memberitakan kegiatan tersebut dengan judul berita “Pembelajaran Sastra untuk Generasi Milenial” (Solopos, 25/4/2018).

Dengan jumlah pemakalah yang melebihi target, yakni 78 pemakalah – semula diperkirakan 50 pemakalah – semoga hal yang terjadi di seminar Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya (KBSP) V ini juga “ramai” di forum-forum akademik lain sehingga geliat tulis-menulis semakin dapat dirasakan.